Latih Kemandirian dan Kreativitas, Generus Caberawit TPQ An-Ni’mah Belajar Menanam & Meracik Minuman

Klaten, 6 Februari 2026 – Suasana ceria menyelimuti halaman TPQ An-Ni’mah, PC LDII Bayat, Klaten pada Jumat sore. Puluhan santri usia Caberawit antusias mengikuti kegiatan BCM (Bermain, Cerita, Menyanyi) dengan tema yang unik dan edukatif, yakni “Kemandirian Menanam Tanaman dan Membuat Minuman.”

Kegiatan ini bukan sekadar bermain, melainkan bagian dari kurikulum pembinaan generasi menerus (generus) untuk menanamkan karakter kemandirian dan mengasah kreativitas sejak dini.

Menghijaukan Halaman dengan Tangan Sendiri

Sesi pertama dimulai dengan praktik menanam. Para generus diajarkan cara memanfaatkan botol plastik bekas sebagai pot tanaman—sebuah langkah kecil untuk mencintai lingkungan. Dengan bimbingan para pengajar, anak-anak tampak cekatan memasukkan media tanam ke dalam pot yang telah dihias cantik dengan kertas warna-warni bertuliskan nama mereka masing-masing seperti Fauzan, Naya, Lita, dan Rara.

Jenis tanaman yang ditanam pun beragam, mulai dari tanaman hias seperti Aglaonema hingga tanaman obat. “Tujuan kami adalah agar anak-anak tahu bahwa menanam itu mudah dan menyenangkan. Ini melatih rasa tanggung jawab mereka untuk merawat makhluk hidup,” ujar salah satu pengajar TPQ An-Ni’mah.

Kreativitas dalam Segelas Minuman

Tak berhenti di situ, keseruan berlanjut ke sesi meracik minuman. Di bawah pendampingan kakak pembina, para santri belajar membuat minuman segar secara mandiri. Mereka belajar mencampur bahan, mengaduk, hingga menyajikan minuman mereka sendiri.

Aktivitas ini dirancang untuk melatih motorik halus serta memberikan rasa percaya diri kepada anak-anak bahwa mereka mampu menyiapkan kebutuhan pribadi tanpa harus selalu bergantung pada orang tua.


Membangun Karakter Generus yang Unggul

Ketua TPQ An-Ni’mah menyampaikan bahwa kegiatan BCM bertema kemandirian ini merupakan agenda penting dalam membentuk profil generus yang tidak hanya alim dan fakih dalam agama, tetapi juga memiliki akhlakul karimah dan kemandirian yang kuat.

“Kami ingin mencetak generasi yang kreatif dan tangguh. Melalui hal sederhana seperti menanam pohon dan membuat minuman sendiri, mereka belajar tentang proses, kesabaran, dan kemandirian,” pungkasnya.

Acara ditutup dengan sesi foto bersama, di mana para generus dengan bangga memamerkan hasil karya tanaman mereka yang siap dibawa pulang untuk dirawat di rumah masing-masing.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *